Kamis, 15 Desember 2011

Khasiat Jeruk Nipis untuk Menurunkan Kolesterol

0

Jeruk nipis sudah terkenal memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Salah satunya ialah dalam hubungannya untuk menurunkan kadar kolesterol atau kadar lemak dalam darah.

Berikut tips-tipsnya:

  1. Pilih jeruk nipis yang segar lalu cuci dengan bersih
  2. Belah jeruk nipis menjadi empat bagian, lalu iris tipis-tipis
  3. Masukkan irisan tadi kedalam gelas. Irisan jeruk nipis tadi adalah irisan yang lengkap dengan kulit nya
  4. Tuangkan air panas hingga penuh, kemudian tutup rapat
  5. Tunggu kira-kira 30 menit, lalu minum sampai habis
  6. Lakukan secara rutin, sehari dua kali pagi dan malam
Berdasarkan penelitian, kulit jeruk nipis mengandung minyak yang berguna untuk kesahatan. Selain itu, jeruk nipis tidak mengakibatkan nyeri pada lambung.

Cara Membaca Intensif

0

Pengertian awal dari Membaca Intensif ialah belajar membaca dengan tekun atau teliti. Teknik dalam membaca intensif adalah ketika seseorang melakukan hal-hal untuk latihan seperti halnya dengan latihan kosa kata atau pola dalam suatu kalimat. Bacaan dalam suatu kalimat yang benar agar sesuai adalah harus dipilih oleh guru atau dosen, baik dari segi bentuk maupun dari segi isinya. Pelajar atau mahasiswa yang telah berhasil dalam suatu tahapan tersebut akan secara langsung berkaitan atau berhubungan dengan kualitas serta keserasian pilihan bahan dalam suatu bacaan.

Istilah dari membaca intensif adalah menyatakan bahwa bukanlah hakikat dari suatu keterampilan yang terlihat, namun yang lebih diutamakan lagi adalah ketika ia saat membaca atau mempraktikannya. Namun dari beberapa fakta yang ada, bahan untuk memahami yang terperinci adalah suatu teks. Teks tersebut panjang dalam suatu kalimatnya adalah sekitar kurang lebih 400 kata. Tujuan utamanya dalam membaca intensif adalah agar memperoleh pemahaman penuh terhadap suatu kritik dan saran yang logis. Kecepatan dalam suatu bacaan ialah bisa untuk memahami tingkatan dalam suatu hubungan yang erat. Silahkan jangan lupa lihat posting Ban Terbaik di Indonesia GT Radial. Sungguh sangat jelas terlihat bagaimana memahami suatu kecepatan dalam suatu bacaan. Namun salah satu faktor dari semua itu adalah kejelasan teks bacaan itu sendiri. Karena kita hanya berpusat pada suatu tulisan tersebut. Suatu faktor lain yang mungkin saja menyangkut adalah pengenalan pembaca terhadap suatu isi bacaan. Tentu saja itu akan lebih memudahkan diri kita dalam menangkap dan mengamati suatu isi dari bacaan tersebut. Meskipun dengan demikian mungkin saja kita masih. Mengembangkan kecepatan dalam suatu bacaan dan membaca dengan efisien maka tidak mungkin akan melibatkan kecepatan dalam suatu bacaan yang tinggi dan pemahaman yang tinggi pula.


Sudah banyak pula orang yang beranggapan bahwa pembelajaran dalam membaca lambat itu seperti sama dengan yang lainnya. Namun sebenarnya tidak demikian. Sebab bahwa pembelajaran tersebut melibatkan beberapa jenis keterampilan pembaca. Seorang siswa ataupun mahasiswa yang teliti pasti akan terlebih dahulu mengadakan survei pendahuluan terhadap apa yang akan dibacanya. Hal ini tentu saja akan membimbing dia agar untuk memformulasikan serangkaian pertanyaan mengenai suatu subyek yang akan mereka gunakan. Lalu kemudia mereka baru membacanya. Ditinjau dari segi aspek ini pastilah akan terlihat bagaimana sikap atau perilaku yang mereka pertontonkan pada orang lain. Bagi mereka yang teliti dan lebih fokus pastilah akan lebih baik dari yang tidak melakukan seperti itu.

Rabu, 14 Desember 2011

Perkembangan Seni Lukis

0

Berbicara tentang seni, ada banyak sekali macam seni yang kita temui sampai saat ini, dan salah satunya yang cukup disegani adalah lukisan. Seni lukis sudah banyak diketahui dan ditekuni dalam sepanjang perjalanan kehidupan manusia. Dari masa ke masa peralatan yang digunakan dalam seni melukis pun bervariasi. Dahulu kita pernah menemukan lukisan dengan minyak sebagai pengikat material-material pigmen zat warna yang disapukan ke kanvas, ada juga cat air dimana menggunakan media air sebagai pembawa zat warnanya. Selain itu ada juga lukisan encaustic yang menggunakan wax atau lilin.
Berkembangnya teknologi juga berimbas pada berkembangnya seni lukis. Tahap demi tahap, dalam dunia seni lukis moderen dikenalah jenis-jenis warna baru yang menggunakan teknologi kimia. Namun agaknya perubahan-perubahan tersebut seakan membatasi para seniman lukis dalam berkarya di era lampau. Sebagai contoh, warna-warna yang tersedia pada era Warhol tidak tersedia di era Monet. Warna-warna yang digunakan Van Gogh tidak ada pada Michelangelo, dan seterusnya.
Kini, kita mengenal medan baru seni lukis yang berbeda dari seni lukis pada era para pendahulu kita yaitu Digital Painting. Kita lebih mengenal pixel daripada pigmen warna, kanvas kita berupa monitor, palette dideskripsikan sebagai RGB (Red, Green, Blue), CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), dan sebagainya. Setelah lukisan kita jadi, maka akan kita cetak dan menjadi pigmen warna lagi pada kertas atau dokumen cetak kita.

Charcoal Drawings
Seni charcoal sudah ada sejak jaman manusia menggunakan ranting pohon yang dibakar untuk menggambar pada dinding-dinding gua. Alat tersebut memang alat yang pas untuk membuat gambar atau tanda yang jelas dan tajam. Beberapa charcoal terbuat dari kayu keras yang dibakar. Jenis lainnya ada yang terbuat dari ranting-ranting pohon seperti willow. Bambu juga merupakan alternatif lain yang banyak digunakan dalam seni tradisional Sumi-e yang berasal dari Jepang. Yang lebih moderen lagi menggunakan material gum dan dibentuk menjadi beberapa derajat kekerasan yang bervariasi. Kini, para seniman terus mengikuti tradisi tersebut dengan menggunakan charcoal yang sesungguhnya, charcoal yang dikompres ke pensil, serta variasi Pensil konte dan kapur.
Dahulu Michelangelo dan Leonardo Da Vinci merupakan master seniman yang menggeluti charcoal ini.


Namun kita saat ini juga dapat mengikuti kemahiran seni lukis mereka menggunakan Photoshop, dimana charcoal kita berupa pixel. Bila kita berpikir tentang charcoal, tentu kita berpikir tentang foto yang hitam-putih. Dengan Photoshop, tentu saja kita dengan sangat mudah membuat foto berwarna menjadi hitam-putih menggunakan desaturate.

Pastel Drawings
Pastel merupakan media seni lukis menakjubkan yang menghasilkan warna yang hidup. Seni lukis ini sangat portable dan dapat menghasilkan lukisan kompleks dari sebuah sketsa dengan cepat. Tidak memerlukan media pelarut berupa air atau minyak, jadi merupakan seni lukis dengan media kering.
Pastel adalah seni lukis yang cukup mudah. Jika kita berpikir tentang pastel, mungkin kita teringat lukisan “Ballet Dancer” karya Degas.
Apakah kita tahu bahwa sebenarnya Degas juga seorang fotografer ? Atau mungkin juga kita teringat akan lukisan Toulouse-Lautrec. Hmm.. jika kita lihat, banyak sekali para seniman yang menggeluti seni lukis ini, karena pastel memang tergolong seni lukis yang mudah.
Pastel terbuat dari gabungan beberapa pigmen warna, dan banyak sekali pilihan warna yang tersedia. Kualitasnya juga bervariasi, mulai dari pastel ekonomis yang banyak dipakai anak-anak sekolah, sampai pastel yang sangat mahal yang memang banyak digunakan para seniman terkenal. Namun diantaranya ada juga pastel-pastel dengan kualitas sedang yang banyak digunakan para seniman jalanan untuk membuat karya-karya kecil mereka.
Pastel digunakan pada kertas atau kanvas bertekstur yang biasa juga disebut “Tooth”, dan banyak menggunakan kanvas yang berwarna, bukan putih. Beberapa seniman ada juga yang menggunakan kertas khusus yang pada permukaannya terdapat pasir. Hal ini memudahkan kita saat ini untuk dapat membuat lukisan pastel menggunakan komputer kita. Tekstur merupakan kuncinya agar kita mendapat hasil yang sama dengan lukisan pastel. Dan untungnya, Photoshop merupakan software yang banyak berisi peralatan untuk hal yang demikian, jadi memudahkan kita sebagai seniman digital.
Watercolor Paintings
Sesuai dengan namanya, cat air merupakan seni lukis yang menggunakan media air sebagai pembawa pigmen-pigmen warna menghasilkan lukisan semitransparan dan terlihat segar. Lukisan cat air dapat memakan waktu yang cepat ataupun lama, dan hasilnya pun bervariasi tergantung teknik dan kemampuan masing-masing.
Cat air ini banyak jenisnya. Biasanya sebelum dicampur dengan air, pigmen-pigmen warna berupa cake kering atau semipadat yang terdapat dalam tabung-tabung. Biasanya juga ditambah bahan pengikat seperti Gom Arab dan gliserin.
Tipe lain dari cat air adalah Gouache. Gouache terlihat lebih mengkilap karena ditambah zat opacifier atau opaquing agent, seperti kapur atau Zink Oksida (ZnO).
Ada yang lebih mengkilap lagi dari Gouache, yaitu Tempera. Pigmen-pigmen warna dalam tempera dicampur dengan putih telur sebagai pengikatnya. Contoh seniman yang menggunakan tempera yaitu Andrew Wyeth, yang merupakan master lukisan tempera di jamannya.
Salah satu teknik cat air yang cukup populer adalah “Wet on Wet”. Dalam hal ini, kertas atau kanvas dilumuri dahulu dengan air menggunakan kuas yang lebar dan rata, kemudian air dibiarkan teradsorpsi dan menguap sendiri. Setelah itu dimulailah melukis dengan cat air, jadi melukis dengan cat air di atas media air pula.  Dengan teknik ini, pigmen warna secara cepar menyebar ke permukaan basah dari kanvas. Teknik ini biasa digunakan untuk melukis langit pada lukisan landscape.
Teknik yang berkebalikan dengan Wet on wet adalah Dry Brush. Dalam hal ini cat di colekkan dengan kuas pada media absorbent atau kain, dan meninggalkan warna yang sangat sedikit pada kuas. Pigmen warna yang tebal tersebut banyak digunakan pada media kering, biasanya untuk melukis rambut, daun-daunan, dan lain-lain.
Dengan Photoshop kita juga dapat membuat lukisan cat air. Photoshop memang merupakan software utama yang dapat digunakan dalam hal ini. Mungkin kalian berpikir dengan photoshop kita dapat membuat lukisan secara instan hanya menggunakan “Watercolor Filter”. Tapi tidak demikian, bila membuat lukisan dengan Photoshop, berarti kita harus bergelimang dengan brush, berikut opacity dan flow-nya. Ada banyak macam brush yang ada pada Photoshop, namun kita tidak akan membahasnya disini.
Oil Paintings
Lukisan ini menggunakan pigmen warna yang dicampur dengan minyak. Minyak tersebut dapat diperoleh dari biji-bijian, seperti linseed oil atau minyak biji pohon rami, dan kadang juga dimasak dengan damar. Variasi medianya sangat luas dan ada juga yang ditambah wax atau lilin. Hasil akhir cat minyak dapat berupa lukisan yang mengkilap atau redup tergantung media yang digunakan. Cat minyak dapat diaplikasikan pada kanvas atau kayu yang memang digunakan sebagai kanvas. Dalam prosesnya, lukisan cat minyak juga dibungkus dengan bahan-bahan tertentu untuk melindungi permukaannya. Saat ini Gesso yang banyak digunakan untuk keperluan tersebut, namun dahulu banyak juga variasi bahan-bahan yang digunakan, antara lain dengan lem dari kulit kelinci. Pembungkusan ini dapat memperpanjang waktu hidup dari lukisan cat minyak. Oleh karena itu, bila mampir ke museum-museum, cat minyak akan lebih banyak kita lihat daripada cat air atau pastel. Karena memang cat minyak yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama karena ada proses sealing atau pembungkusan tadi.
Terdapat jenis lukisan cat minyak yang komposisi warnanya sangat tebal. Tebalnya ini dikarenakan warna-warna yang disapukan menggunakan kuas ke permukaan kanvas sangat banyak, jadi pada kanvas akan terdapat bekas-bekas kuas yang tebal. Lukisan jenis ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk benar-benar kering (biasanya hampir 1 tahun). Jenis seni lukis cat minyak ini namanya Impasto, dan Van Gogh adalah master di bidang ini.
Dalam versi digital kita, lukisan cat minyak impasto dapat kita buat dengan menggunakan lapisan atau tumpukan warna-warna. Tekstur-tekstur yang tebal pada kanvas dapat kita tiru menggunakan variasi stroke brush. Digital Oil Painting ini nantinya merupakan contoh yang bagus untuk pencetakan menggunakan inkjet printer.
Itulah sekilas tentang sejarah seni lukis yang ada pada masa lampau dan sedikit perbandingannya dengan seni digital painting kita saat ini (walaupun tidak bisa disebutkan semua jenisnya disini). Bahkan sekarang sudah ada teknologi Wacom dimana kita dapat melukis dengan pena yang langsung terintegrasi ke komputer.
Jenis Wacom pun juga bervariasi mulai dari yang ekonomis hingga yang sangat mahal dimana kita dapat langsung melukis pada monitor seperti gambar diatas.
Begitulah seakan tidak ada hentinya, seni lukis terus berkembang dari jaman ke jaman hingga saat ini. Dan kita tidak tahu apalagi yang akan terjadi dalam dunia seni lukis di abad ini..Oleh karena itu persiapkan diri kita sebaik-baiknya.

Sejarah Seni Lukis

0

Seni lukis adalah salah satu induk dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari drawing. Sejarah Seni Lukis akan kami coba ulas dalam beberapa tulisan, sebagai berikut :

Zaman prasejarah
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka.

Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis. Ini disebabkan karena lukisan atau gambar sangat mudah dibuat. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.

Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.

Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar). Seiring dengan perkembangan peradaban, nenek moyang manusia semakin mahir membuat bentuk dan menyusunnya dalam gambar, maka secara otomatis karya-karya mereka mulai membentuk semacam komposisi rupa dan narasi (kisah/cerita) dalam karya-karyanya.

Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan obyek-obyek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari obyek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap obyeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam obyek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya. Pencitraan ini menjadi sangat penting karena juga dipengaruhi oleh imajinasi. Dalam perkembangan seni lukis, imajinasi memegang peranan penting hingga kini.

Pada mulanya, perkembangan seni lukis sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu dan memasang perangkap, bercocok-tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama) adalah hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seni lukis. Pengaruh ini terlihat dalam jenis obyek, pencitraan dan narasi di dalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki kegunaan khusus, misalnya sebagai media pencatat (dalam bentuk rupa) untuk diulangkisahkan. Saat-saat senggang pada masa prasejarah salah satunya diisi dengan menggambar dan melukis. Cara komunikasi dengan menggunakan gambar pada akhirnya merangsang pembentukan sistem tulisan karena huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambar yang kemudian disederhanakan dan dibakukan.

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

Aljabar

0

A. Pengertian Bentuk Aljabar

1. x, 2y, x+3y , 3p+5q, a2 + b + 3 disebut bentuk aljabar
2. a x2 + bx + c = 0 ; a,b,c,x dan 0 adalah lambang-lambang aljabar
a dan b disebut koefisien ; c disebut konstanta
x2 dan x disebut variabel
3. 2 x2 ; 2 disebut koefisien dan x2 disebut variabel
5q ; 5 disebut koefisien dan q disebut variabel
4. 2x dan 3x merupakan dua suku sejenis
5 x2 dan 7 x merupakan dua suku tidak sejenis
Unsur-unsur suku sejenis dapat dikumpulkan menjadi satu .
Pada penjumlahan dan pengurangan suku sejenis berlaku hukum distributive
A(B ± C) = AB ± AC
contoh:
1. 4b + 5b = (4+5) b= 9b
2. 3 (2p + 3q) = 6p+ 9q
3. 2 x2 - 4x - x2 + 2x = 2 x2 - x2 - 4x + 2x = x2 (2-1) + x(-4+2) = x2 + x(-2)
= x2 - 2x

Konsep Mol

0

a) Definisi Mol
o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12.
o Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin,gros), tetapi ukurannya jauh lebih besar.
o Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat.
Hubungan mol dengan jumlah partikel, Kemolaran, Massa, Volum gas dapat digambarkan sebagai berikut:


o Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan sekarang ini kita terima adalah 6,02 x 10 23 (disebut tetapan Avogadro, dinyatakan dengan L ).
Contoh :
1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6,02 x 10 23 molekul air.
1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6,02 x 10 23 atom besi.
1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6,02 x 10 23 molekul H 2 SO 4 .
1 mol = 6,02 x 10 23 partikel
L = 6,02 x 10 23
b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel
Dirumuskan :
Keterangan :
n = jumlah mol
= jumlah partikel
c) Massa Molar (m m )
o Massa molar menyatakan massa 1 mol zat .
o Satuannya adalah gram mol -1 .
o Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu, karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu dengan atom C-12.
Contoh :
zAr Fe = 56, artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12
Mr H 2 O = 18, artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12
Karena :
1 mol C-12 = 12 gram (standar mol), maka :
Kesimpulan :
Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram).
Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : m m = Ar gram mol -1
Untuk zat lainnya : m m = Mr gram mol -1
d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m)
Dirumuskan :
dengan :
m = massa
n = jumlah mol
m m = massa molar
e) Volum Molar Gas (V m )
o Adalah volum 1 mol gas.
o Menurut Avogadro, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula.
o Artinya, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum yang sama pula.
o Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6,02 x 10 23 molekul, maka pada suhu dan tekanan yang sama, 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama.
o Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya.
Dirumuskan :

dengan :
V = volum gas
n = jumlah mol
Vm = volum molar

Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan :
1) Keadaan Standar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 0 o C dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah STP ( Standard Temperature and Pressure ).
Pada keadaan STP, volum molar gas ( V m ) = 22,4 liter/mol
2) Keadaan Kamar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 25 o C dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah RTP ( Room Temperature and Pressure ).
Pada keadaan RTP, volum molar gas ( V m ) = 24 liter/mol
3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui
Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal :
P = tekanan gas (atm); 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg
V = volum gas (L)
n = jumlah mol gas
R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K)
T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius)
4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain
Misalkan :
Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1
Gas B dengan jumlah mol = n 2 dan volum = V 2
Maka pada suhu dan tekanan yang sama :
f) Kemolaran Larutan (M)
Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan.
Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan, atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan .
Dirumuskan :
dengan :
M = kemolaran larutan
n = jumlah mol zat terlarut
V = volum larutan
Misalnya : larutan NaCl 0,2 M artinya, dalam tiap liter larutan terdapat 0,2 mol (= 11,7 gram) NaCl atau dalam tiap mL larutan terdapat 0,2 mmol (= 11,7 mg) NaCl.
 

Polo Air

0

Polo air adalah olahraga air beregu, yang dapat dianggap sebagai kombinasi renang, gulat, sepak bola dan bola basket. Satu tim bertanding terdiri dari dari enam pemain dan satu kiper. Tujuan permainan menyerupai sepak bola, yaitu untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya, satu gol dihitung satu poin.
Olah raga Polo air merupakan cabang olahraga yang sudah cukup lama dipertandingkan di Indonesia, bahkan cabang olahraga ini sudah dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional Pertama (PON-I) diselenggarakan, hingga pertandingan multi-event regional, nasional maupun internasional (Sea Games, Asian Games, Olympic Games & World Championships) sampai saat ini.

Setiap regu polo air terdiri dari 13 atlet yang terdiri dari 2 penjaga gawang dan 11 pemain. Setiap regu yang akan bertanding diwajibkan memakai uniform (training/kaos), celana renang seragam, topi polo air yang bernomor (1 s/d 13) yang dibedakan berwarna putih atau biru dan penjaga gawang nomor 1 dan 13 dibedakan dengan topi warna merah. (Jika regu yang bertanding memiliki topi dengan warna tersendiri harus membawa 2 set (1 set diberikan kepada sekretariat pertandingan, diperlukan jika salah satu pemain dari regu tersebut kehilangan topinya pada saat bertanding). Setiap regu polo air menurunkan 6 pemain dengan 1 penjaga gawang, total 7 orang pemain di setiap pertandingan dan 6 orang cadangan yang harus duduk dibangku cadangan di dalam lapangan pertandingan, dengan 1 orang manager, 1 orang kepala pelatih dan 1 orang asisten pelatih. Hanya kepala pelatih yang dapat berdiri dan berjalan sampai batas 5 meter dari bangku cadangan untuk memberikan instruksi kepada regunya pada saat posisi regu tesebut melakukan penyerangan. Jika regu tersebut dalam posisi bertahan kepala pelatih hanya boleh memberikan instruksi dalam posisi duduk.

Setiap pertandingan resmi memakai standar peraturan International (FINA), pertandingan dipimpin 2 (Dua) orang wasit & dibantu oleh 2 orang hakim garis (Goal Judge). Lama pertandingan adalah 8 menit (Bersih) x 4 babak. Jeda istirahat setiap babak 1 & 2 serta 3 & 4 adalah 2 menit sedangkan jeda istirahat untuk babak 2 ke babak 3 adalah 5 menit. Jika skor akhir dari babak 4 seri, akan dilanjutkan 2 babak tambahan (2 x 8 menit) untuk menentukan pemenang, jika masih terjadi seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan 5 (lima) bola tembakan penalti untuk setiap regu. Tembakan Pinalti diwakilkan oleh 5 orang pemain dari setiap regu, yang telah ditentukan secara berurutan dan tercatat disekretariat pertandingan serta diatur untuk berdiri di kedua sisi pinggir kolam renang untuk membedakan setiap regunya. Titik tembakan pinalti diambil 5 meter dari posisi gawang yang dilakukan secara bergantian dengan aba aba dari wasit yang memimpin tembakan pinalti.

Di Indonesia, polo air sudah dikenal semenjak tahun 1908 dan berkembang di era tahun 1950 s/d 1960-an, di era ini perkembangan olahraga polo air Indonesia berkembang dengan baik sehingga cukup diperhitungkan di tingkat Asia bahkan di dunia. Tim polo air Indonesia banyak mengikuti event internasional seperti GANEFO, Kejuaraan Asia & tidak pernah absen mengikuti Asian Games tahun 1954. 1958, 1962. 1966 dan terakhir Asian Games pada tahun 1970. Bahkan prestasi tim polo air Indonesia dapat dinilai sangat baik. Memasuki tahun 1980 sampai dengan 1999 olahraga ini tidak berkembang dengan baik, Indonesia hanya mengirimkan tim polo air sebatas keikut sertaan di Sea Games. (Tabel Hasil Sea Games & Kejuaraan Asia, Asian Games dapat dilihat dibawah ini)
Baru memasuki era tahun 2000, terdapat 9 propinsi yang telah melakukan pembinaan cabang olahraga polo air, seperti propinsi Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah & DKI Jakarta. Cabang olahraga inipun mengalami banyak perubahan di dalam peraturan & berkembang sangat pesat di dunia. Indonesia yang tadinya cukup diperhitungkan di negara Asia hanya ikut berpartisipasi di Sea Games.

Pada Tahun 2005, PB.PRSI [(Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia)]mengupayakan untuk memajukan kembali cabang olahraga ini, dengan diadakan Pertandingan PRA Liga Polo Air tahun 2005, Liga Polo Air I tahun 2006, Terbentuknya team Polo Air Putri di Jakarta, diikuti dengan Sumatera barat, jawa barat dan jawa Timur yang kemudian terselenggaranya Kejuaraan Nasional Polo Air Putri, Kejuaraan internasional Betawi Cup 2005 serta Liga Polo Air II tahun 2007, Liga Polo Air III 2008 dan Liga Polo Air 2009.

Dengan dimulainya pertandingan Liga Polo Air Indonesia dinilai sangat berhasil karena membawa angin segar untuk cabang olahraga ini, apalagi dengan diperbolehkan pemain asing untuk turut serta bermain mewakili daerah propinsi masing masing, contohnya Peng-da PRSI DKI Jakarta pernah mengontrak 3 pemain asal negara China, diikuti Peng-da Sumatera Selatan menggunakan pemain dari Kazakhstan.
Dengan tetap diadakan Liga polo air Indonesia secara konsisten, iklim kompetisi menjadi lebih semarak, melibatkan banyak sponsor dan pemain asing. Ini memberikan dampak yang sangat positif dan memberikan suasana pertandingan yang lebih baik dan kompetitif serta dapat dijadikan pemilihan atlet terbaik untuk pembentukan tim nasional polo air Indonesia dengan diadakannya program promosi dan degradasi atlet terbaik untuk tim nasional. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang semua pihak baik pemerintah, induk organisasi, pemerhati olahraga aquatics Indonesia, komunitas olahraga Polo Air (Jakarta Waterpolo Community) dapat bahu membahu untuk memajukan perkembangan olahraga polo air di Indonesia.

Tempat Pelatihan Polo Air Dapat ditemui di beberapa kota di Indonesia seperti : - Kota Jakarta (Kolam renang Senayan,Gelora Bung Karno Senin-Sabtu jam 18.00-21.00) - Kota Padang, Sumatera Barat - Kota Bandung, Jawa Barat - Kota Palembang & Musi Banyuasin - Sekayu, Sumatera Selatan - Kota Jambi - Kota Surabaya, Jawa Timur - Kota Makasar, Sulawesi Selatan - Kota Medan, Sumatera Utara (K.R. Selayang). - C.L.-